Sabtu, 23 April 2011

Teknik Wawancara

Wawancara (interview) merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog ( tanya jawab ) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung ( I. Djumhur dan Muh. Surya, 1985 ). Wawancara telah diakui sebagai teknik pengumpulan data atau informasi yang penting dan banyak dilakukan dalam pengembangan sistem informasi. Wawancara dilakukan melalui percakapan langsung dengan tujuan-tujuan tertentu dengan menggunakan format tanya jawab yang terencana.
Wawancara adalah salah satu faktor penting dalam menggali informasi dari nara sumber. Dengan teknik wawancara yang baik dan benar diharapkan tujuan wawancara akan tercapai. Setiap enumerator harus mengetahui teknik wawancara yang efisien dan efektif. Ada bermacam-macam jenis wawancara sesuai dengan tujuannya ataupun sifat-sifat lain yang ada dalam wawancara, seperti jumlah orang yang diwawancarai dan menurut peranan yang dimainkan.
1. Menurut tujuannya, wawancara dapat dibedakan menjadi :
a.       The employment interview, yaitu interview yang ditujukan untuk mendapatkan gambaran sampai mana sifat-sifat yang dipunyai oleh seseorang terhadap kreteria yang diminta oleh suatu employment.
b.      Informational interview, yaitu interview yang ditujukan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
c.       Administrative interview, yaitu interview yang dijalankan untuk keperluan administrasi, misalnya untuk kesejahteraan organisasi, untuk mendapatkan perubahan-perubahan di dalam tindakannya ( change in behavior )
d.      Counseling interview, yaitu interview yang dijalankan untuk keperluan konseling. Interview ini khas dipergunakan dalam proses konseling.
2. Menurut jumlah orang yang diwawancarai, wawancara dapat dibedakan menjadi :
a.       Interview perorangan ( individu ), yaitu wawancara yang dilakukan secara perseorangan, yang menyangkut masalah-masalah pribadi yang dialami oleh subyek wawancara. Misalnya : wawancara antara seorang klien dengan seorang petugas bimbingan.
b.      Interview kelompok, yaitu wawancara yang dilakukan secara kelompok (lebih dari satu orang), Misalnya : antara petugas bimbingan dengan seluruh siswa kelas II.
3. Menurut peranan yang dimainkan, wawancara dapat dibedakan menjadi :
a.       The non directive interview, yaitu interview yang kurang terpimpin dan kurang berdasarkan atas pedoman-pedoman tertentu. Biasanya digunakan dalam proses konseling.
b.      The focused interview, yaitu interview yang ditujukan kepada orang-orang tertentu yang mempunyai hubungan dengan obyek-obyek yang diselidiki.
c.       The repeated interview, yaitu interview yang berulang. Interview ini terutama digunakan untuk mencoba mengikuti perkembangan yang tertentu terutama proses sosial.
4. Berdasarkan sifatnya, wawancara dibedakan menjadi :
a.       Wawancara langsung, yaitu wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh keterangan mengenai orang tersebut.
b.      Wawancara tidak langsung, yaitu wawancara yang dilakukan dengan seseorang untuk memperoleh keterangan mengenai orang lain.
c.       Wawancara insidentil, yaitu wawancara yang dilakukan sewaktu-waktu bila dianggap perlu.
d.      Wawancara berencana, yaitu wawancara yang dilakukan secara berencana pada waktu yang telah ditetapkan.

Ada dua jenis pertanyaan dalam wawancara:
a) Pertanyaan Terbuka ( Open – Ended)
Pertanyaan terbuka menggambarkan pilihan bagi orang yang diwawancarai untuk merespons. Mereka terbuka dan bebas merespons. Respons dapat berupa dua kata atau dua paragraf.
Beberapa contoh pertanyaan terbuka:
o Bagaimana pendapat Anda tentang kondisi bisnis ke bisnis e-commerce di perusahaan Anda ?
o Apa tujuan terpenting departemen Anda ?
o Sekali data diajukan lewat website bagaimana data-data tersebut akhirnya diproses ?
o Gambarkan proses monitoring yang tersedia secara online ?
o Apa rasa frustasi terbesar yang Anda alami selama masa peralihan menuju e-commerce ?
b) Pertanyaan Tertutup ( Close – Ended)
Pertanyaan tertutup membatasi respon orang yang diwawancarai. Pertanyaan tertutup seperti dalam soal-soal pilihan ganda dalam ujian. Anda diberi suatu pertanyaan dengan lima jawaban, namun tidak punya kesempatan menulis tanggapan Anda sendiri. Jenis pertanyaan tertutup khusus lainnya ialah pertanyaan dua pilihan. Jenis pertanyaan ini membatasi orang yang ditanya karena hanya memungkinkan untuk memilih salah satu dari dua pilihan, seperti ya atau tidak, benar atau salah, setuju atau tidak setuju.
Kelebihan dan Keterbatasan Wawancara.
1. Kelebihan Wawancara.
  1. Wawancara merupakan teknik yang paling tepat untuk mengungkapkan keadaan pribadi subyek wawancara.
  2. Dapat dilaksanakan terhadap setiap individu dan tingkatan umur.
  3. Wawancara selalu digunakan untuk mengumpulkan data pelengkap terhadap data yang dikumpulkan dengan teknik lain.
  4. Dapat diselenggarakan serempak dengan observasi.
  5. Bahasa dari pewawancara dapat disesuaikan dengan keadaan subyek wawancara.
  6. Subyek wawancara berhadapan langsung dengan pewawancara, maka diharapkan dapat menimbulkan suasana persaudaraan yang baik, sehingga hal ini akan mempengaruhi hasil wawancara.
  7. Isi pertanyaan dan caranya mengajukan pertanyaan dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan daya tangkap subyek wawancara. Baik pewawancara maupun subyek wawancara dapat memberikan penjelasan lebih lanjut bilamana pertanyaan atau jawaban belum jelas.
  8. Tidak dibatasi oleh kemampuan dan menulis individu, artinya orang tidak dapat membaca atau menulispun dapat diajak wawancara
  9. Kerahasiaan pribadi lebih terjamin.
2. Keterbatasan Wawancara.
  1. Kalau pewawancara atau subyek wawancara mempunyai suatu prasangka yang satu kepada yang lain, hasil wawancara tidak akan memuaskan.
  2. Mengadakan wawancara dengan individu satu persatu memerlukan banyak waktu dan tenaga dan mungkin juga biaya.
  3. Menuntut keahlian, ketrampilan, dan penguasaan bahasa yang baik dari pewawancara.
  4. Sangat tergantung kepada kesediaan, kemampuan dan keadaan sementara dari subyek wawancara, yang mungkin sangat menghambat ketelitian hasil wawancara.
  5. Laju dan materi wawancara sangat dipengaruhi oleh situasi sekitar tempat wawancara.
PUSTAKA
Adhisupo, M. 2005. Teknik wawancara: Pelatihan Jurnalistik. http://www.infojawa.org. Tanggal akses 29 September 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar